X1: Kontrak Paling Panjang, Tapi Harus Bubar Paling Cepat

 


gambar dari Chatgpt dan dailysia 

Setelah sebelumnya kita membahas tentang persahabatan dari tiga grup Produce, sekarang kita sampai pada grup yang kisahnya mungkin paling bikin sedih. Grup mana lagi kalau bukan X1?

Kalau I.O.I dikenal karena persahabatannya yang bertahan lama, Wanna One karena para member yang tetap saling mendukung meskipun menempuh jalan berbeda, dan IZ*ONE karena hubungan mereka tetap terjaga meskipun sulit bertemu, X1 punya cerita yang sedikit berbeda.

Mereka adalah grup Produce yang seharusnya memiliki waktu paling panjang bersama. Namun pada akhirnya, mereka justru menjadi grup yang harus berpisah paling cepat.

X1: Grup yang Seharusnya Punya Waktu Panjang

X1 dibentuk melalui survival show Produce X 101, musim keempat dari seri Produce 101. Berbeda dengan I.O.I yang memiliki masa kontrak sekitar satu tahun, Wanna One sekitar satu setengah tahun lebih, dan IZ*ONE sekitar dua setengah tahun, X1 memiliki rencana kontrak yang jauh lebih panjang.

X1 direncanakan memiliki kontrak selama lima tahun.

Namun, rencana tersebut tidak pernah benar-benar terwujud.

Akibat skandal manipulasi voting dalam seri Produce, perjalanan X1 harus berakhir hanya beberapa bulan setelah mereka debut.

Ironisnya, grup yang seharusnya memiliki waktu paling panjang justru tidak mendapatkan kesempatan untuk menjalani sebagian besar perjalanan yang sudah direncanakan untuk mereka.

Dari Produce X 101 Menuju X1

X1 terdiri dari sebelas member, yaitu Kim Yohan, Kim Wooseok, Han Seungwoo, Song Hyeongjun, Cho Seungyoun, Son Dongpyo, Lee Hangyul, Nam Dohyon, Cha Junho, Kang Minhee, dan Lee Eunsang.

Produce X 101 sendiri memiliki sistem yang sedikit berbeda dibandingkan musim-musim sebelumnya. Selain trainee yang mendapatkan posisi berdasarkan voting, program ini juga memperkenalkan konsep X, yang memberikan kesempatan bagi trainee tertentu untuk memperebutkan posisi di line-up final.

Perjalanan mereka tentu tidak mudah.

Para trainee harus berlatih, tampil, bersaing, menerima evaluasi, dan menghadapi kemungkinan tereliminasi di setiap tahap. Pada akhirnya, sebelas nama diumumkan sebagai line-up debut X1.

Setelah line-up X1 diumumkan, ekspektasi penggemar pun sangat besar.

Wajar saja. Wanna One sebelumnya telah membuktikan bahwa grup hasil Produce bisa menjadi salah satu grup paling populer di Korea. Banyak penggemar kemudian berharap X1 bisa memiliki perjalanan yang sama suksesnya, bahkan mungkin lebih panjang karena kontrak mereka direncanakan selama lima tahun.

Sayangnya, kenyataan berkata lain.

Kontrak Panjang yang Tidak Pernah Sempat Mereka Jalani

Salah satu hal yang membuat rencana X1 terasa berbeda adalah pembagian kontraknya.

X1 direncanakan memiliki kontrak selama lima tahun dengan pembagian aktivitas yang memungkinkan para member menjalani kegiatan grup sekaligus aktivitas individu di kemudian hari.

Sekitar dua setengah tahun pertama direncanakan untuk fokus pada aktivitas X1 sebagai grup. Setelah itu, dua setengah tahun berikutnya akan memberikan lebih banyak ruang bagi aktivitas individu para member, seperti debut solo, kembali ke grup asal, atau menjalani aktivitas lain di bawah agensi masing-masing.

Konsep ini sebenarnya cukup menarik.

Berbeda dengan grup Produce sebelumnya yang memiliki batas waktu lebih pendek, X1 seharusnya mempunyai waktu yang cukup untuk membangun identitas mereka sebagai grup sekaligus memberikan kesempatan kepada setiap member untuk mempersiapkan karier setelahnya.

X1 seharusnya memiliki lebih banyak waktu untuk:

  • membangun diskografi,
  • melakukan tur,
  • berkembang sebagai grup,
  • menciptakan lebih banyak kenangan bersama,
  • dan mempersiapkan masing-masing member untuk perjalanan karier mereka setelah masa promosi grup.

Namun, semua rencana tersebut akhirnya tidak berjalan sesuai harapan.

Skandal Produce Mengubah Segalanya

Kontroversi manipulasi voting dalam seri Produce menjadi salah satu masalah terbesar yang dihadapi X1.

Investigasi terhadap program tersebut mengungkap adanya manipulasi hasil voting dan proses seleksi trainee. Kasus ini kemudian berkembang menjadi masalah hukum yang besar dan turut menyeret produser utama seri Produce.

Kontroversi tersebut tidak hanya berdampak pada X1, tetapi juga pada kepercayaan publik terhadap sistem survival show dan hasil voting Produce secara keseluruhan.

Nama para trainee yang mengikuti program pun ikut terseret dalam situasi yang sebenarnya bukan kesalahan mereka.

X1 yang baru saja debut akhirnya harus menghadapi konsekuensi dari masalah yang terjadi di balik program tersebut.

Dan yang paling menyedihkan, mereka bahkan belum sempat menjalani perjalanan sebagai grup secara maksimal.

Hanya Beberapa Bulan Setelah Debut, Semuanya Berakhir

X1 resmi debut pada Agustus 2019 dengan album Emergency: Quantum Leap dan lagu utama “Flash”.

Debut mereka disambut dengan antusiasme besar dari penggemar.

Namun, hanya beberapa bulan kemudian, aktivitas X1 mulai terhenti akibat kontroversi yang semakin besar.

Pada akhirnya, agensi-agensi yang menaungi para member tidak mencapai kesepakatan untuk melanjutkan aktivitas X1.

X1 kemudian resmi dibubarkan pada Januari 2020.

Kontrasnya benar-benar terasa.

Sebuah grup yang direncanakan memiliki kontrak selama lima tahun harus mengakhiri perjalanannya hanya sekitar lima bulan setelah debut.

Mereka bahkan belum sempat melihat sejauh apa X1 sebenarnya bisa berkembang.

Setelah X1: Sebelas Member, Sebelas Jalan

Seperti artikel sebelumnya, Author akan mulai dari Rank 1.

Kim Yohan

Kim Yohan memenangkan Produce X 101 dan debut sebagai center X1.

Setelah X1 bubar, ia kemudian melanjutkan karier sebagai idol dan aktor. Yohan debut bersama WEi dan juga mengembangkan karier aktingnya melalui berbagai proyek drama.

Perjalanannya menunjukkan bahwa posisi center X1 bukanlah akhir dari kariernya, tetapi justru menjadi salah satu pintu menuju perjalanan baru.

Kim Wooseok

Kim Wooseok menempati posisi kedua dalam Produce X 101.

Setelah X1 berakhir, ia kembali melanjutkan aktivitas bersama UP10TION sebelum kemudian mengembangkan karier solo dan akting.

Dari seorang trainee yang dikenal melalui survival show, Wooseok kemudian membangun identitasnya sendiri sebagai solois dan aktor.

Han Seungwoo

Han Seungwoo berada di posisi ketiga dalam Produce X 101.

Sebelum mengikuti Produce X 101, ia sudah menjadi bagian dari VICTON. Setelah X1 berakhir, Seungwoo kembali beraktivitas bersama VICTON dan kemudian melanjutkan karier solonya.

Perjalanan Seungwoo menjadi salah satu contoh bagaimana seorang member bisa kembali ke grup sebelumnya setelah menjalani pengalaman sebagai bagian dari X1.

Song Hyeongjun

Song Hyeongjun berhasil menempati posisi keempat.

Setelah X1 bubar, ia kembali ke Starship Entertainment dan kemudian debut bersama CRAVITY.

Bersama CRAVITY, Hyeongjun kembali menjalani kehidupan sebagai member boy group dan membangun kariernya dari awal bersama generasi baru.

Cho Seungyoun

Cho Seungyoun berada di posisi kelima.

Ia sebenarnya sudah memiliki pengalaman di industri musik sebelum X1. Setelah X1 bubar, ia kembali melanjutkan perjalanan solonya dengan nama panggung WOODZ.

Karier WOODZ kemudian semakin memperlihatkan sisi musikal Seungyoun sebagai seorang penyanyi dan songwriter.

Son Dongpyo

Son Dongpyo menempati posisi keenam.

Setelah X1 bubar, Dongpyo kemudian debut bersama boy group MIRAE.

Setelah MIRAE mengakhiri aktivitasnya, ia tetap melanjutkan perjalanan di industri hiburan sebagai solois dan entertainer.

Perjalanannya menjadi contoh lain bahwa karier seorang idol tidak selalu harus berhenti ketika satu grup berakhir.

Lee Hangyul

Lee Hangyul berada di posisi ketujuh.

Setelah X1 bubar, Hangyul kembali menjalani aktivitas bersama agensinya dan kemudian debut bersama BAE173.

Ia juga terus mengembangkan aktivitasnya di bidang musik setelah perjalanan grup tersebut berubah.

Nam Dohyon

Nam Dohyon menempati posisi kedelapan.

Setelah X1 bubar, ia kembali bekerja bersama Hangyul dan kemudian debut sebagai bagian dari BAE173.

Dohyon juga dikenal memiliki kemampuan dalam produksi musik dan rap, sehingga perjalanan kariernya tidak hanya berfokus pada menjadi seorang idol di atas panggung.

Cha Junho

Cha Junho berada di posisi kesembilan.

Setelah X1 bubar, ia kemudian debut bersama DRIPPIN di bawah Woollim Entertainment.

Seperti beberapa member lainnya, Junho kembali memasuki dunia idol melalui grup baru dan membangun identitasnya sendiri di luar X1.

Kang Minhee

Kang Minhee menempati posisi kesepuluh.

Setelah X1 bubar, ia kembali ke Starship Entertainment dan kemudian debut bersama CRAVITY.

Menariknya, Minhee kembali berada dalam satu grup dengan Hyeongjun sehingga keduanya bisa melanjutkan perjalanan mereka bersama setelah pengalaman X1 berakhir.

Lee Eunsang

Lee Eunsang menjadi salah satu member X1 yang menempati posisi terakhir dalam line-up final.

Setelah X1 bubar, Eunsang kemudian debut sebagai bagian dari YOUNITE di bawah Brand New Music.

Ia menjalani perjalanan baru bersama grup tersebut sebelum akhirnya mengambil keputusan untuk melanjutkan aktivitasnya di luar grup.

Mereka Tidak Lagi Berjalan Bersama

Kalau melihat perjalanan mereka ketika masih berada di Produce X 101 dan X1, semuanya terasa berbeda.

Mereka memiliki jadwal yang sama.

Berlatih bersama.

Tampil di panggung yang sama.

Dan memiliki tujuan yang sama.

Namun setelah X1 bubar, sebelas orang tersebut akhirnya kembali menjalani kehidupan masing-masing.

Ada yang debut kembali bersama boy group.

Ada yang menjadi solois.

Ada yang fokus pada akting.

Ada yang mengembangkan kemampuan sebagai musisi dan songwriter.

Mereka tidak lagi memiliki satu jadwal sebagai X1.

Tidak lagi berlatih di ruangan yang sama setiap hari.

Dan tidak lagi memiliki satu panggung yang harus mereka naiki bersama.

Perlahan, mereka mulai dikenal bukan hanya sebagai mantan member X1, tetapi sebagai individu dengan karier dan identitas masing-masing.

Namun X1 Tetap Menjadi Bagian dari Perjalanan Mereka

Walaupun waktu mereka sebagai X1 sangat singkat, pengalaman tersebut tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka.

Ketika beberapa member bertemu dalam acara yang sama, interaksi mereka sering kali kembali mengingatkan penggemar pada masa X1.

Mereka juga masih bisa menunjukkan dukungan melalui berbagai kesempatan, termasuk ketika salah satu member memiliki proyek atau aktivitas baru.

Momen-momen kecil seperti inilah yang membuat X1 tetap terasa dekat dengan penggemarnya.

Mereka memang sudah tidak berada dalam satu grup, tetapi pengalaman yang pernah mereka jalani bersama tidak bisa begitu saja dihapus.

X1 tetap menjadi salah satu bab dalam perjalanan sebelas orang tersebut.

Dari X1 Menuju Mimpi Mereka Masing-Masing

Artikel ini sebenarnya bukan tentang bagaimana jadinya kalau X1 tidak bubar.

Kita mungkin bisa membayangkan mereka memiliki lebih banyak album, konser, penghargaan, dan kenangan jika kontrak lima tahun itu benar-benar berjalan.

Tapi kita tidak pernah tahu seperti apa masa depan mereka seandainya X1 tetap bersama.

Yang bisa kita lihat sekarang adalah sebelas orang yang pernah mengalami akhir yang begitu cepat, tetapi memilih untuk tetap melanjutkan hidup dan karier mereka.

Mereka tidak lagi berjalan di jalan yang sama.

Dan mungkin memang tidak harus begitu.

Setiap orang akhirnya memiliki kesempatan untuk menemukan jalan yang paling sesuai dengan dirinya.

Grupnya Berakhir, Perjalanannya Tidak

Kontrak X1 memang berakhir jauh lebih cepat daripada yang direncanakan.

Hanya beberapa bulan setelah debut, grup yang seharusnya memiliki perjalanan lima tahun itu harus mengucapkan selamat tinggal.

Mereka mungkin tidak mendapatkan kesempatan untuk membuat sebanyak mungkin kenangan sebagai X1.

Mereka mungkin tidak sempat mengetahui seberapa besar grup tersebut bisa berkembang.

Namun berakhirnya X1 bukan berarti perjalanan sebelas anggotanya juga berakhir.

Justru setelah X1, masing-masing dari mereka mulai membuka babak baru.

Ada yang kembali ke grup.

Ada yang debut di grup baru.

Ada yang menjadi solois.

Ada yang memilih akting.

Ada pula yang terus mengeksplorasi musik dengan caranya sendiri.

X1 mungkin hanya memiliki waktu beberapa bulan sebagai sebuah grup, tetapi sebelas membernya masih memiliki perjalanan panjang untuk ditulis. Grupnya berakhir, tetapi cerita mereka tidak.

 

Referensi:

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review novel When Love Walked In karya Ega Dyp

Cara Menulis Klimaks Cerita yang Meledak: Panduan Step-by-Step untuk Penulis Fiksi

Mengenal 9 posisi dalam kpop grup