IZ*ONE: Tetap Saling Mendukung Meski Kini Sulit Bertemu karena Kesibukan
Setelah sebelumnya kita membahas I.O.I dan Wanna One, sekarang kita lanjut ke salah satu grup proyek dari Produce yang memiliki masa kontrak paling panjang, yaitu IZ*ONE.
Bagi WIZONE, berakhirnya perjalanan IZONE tentu bukan sesuatu yang mudah. Bahkan sebelum kontrak mereka selesai, sempat ada gerakan dari penggemar yang berharap IZ*ONE bisa terus bersama. Salah satunya adalah penggalangan dana agar grup ini tidak dibubarkan.
Namun, pada akhirnya kontrak IZ*ONE tetap berakhir pada April 2021. Kedua belas member kemudian memilih jalan karier masing-masing. Ada yang kembali ke Jepang, debut kembali dalam grup baru, menjadi solois, hingga beralih ke dunia akting.
Kini, dengan kesibukan yang berbeda-beda, mereka memang tidak bisa sesering dulu bertemu. Tetapi apakah itu berarti hubungan mereka berakhir?
Tentu saja tidak.
Tentang IZ*ONE
IZ*ONE adalah girl group proyek yang terbentuk melalui survival show Produce 48. Grup ini terdiri dari 12 member dan resmi debut pada Oktober 2018.
Mereka menjalani aktivitas sebagai grup proyek hingga kontraknya berakhir pada April 2021. Selama kurang lebih dua setengah tahun, IZONE berhasil membangun fandom besar dan meninggalkan banyak kenangan bagi WIZONE.
Setelah kontrak selesai, dua belas member IZ*ONE kemudian melanjutkan perjalanan masing-masing.
Dari Satu Grup Menjadi Dua Belas Perjalanan
Setelah IZ*ONE resmi berakhir, setiap member memiliki pilihan karier yang berbeda. Kalau sebelumnya mereka berada dalam satu grup dengan jadwal dan tujuan yang sama, kini mereka harus membangun jalan masing-masing.
Menariknya, perjalanan mereka setelah IZ*ONE juga memperlihatkan betapa beragamnya pilihan yang bisa diambil setelah menjadi idol grup proyek.
- Wonyoung (Rank 1) dan Yujin (Rank 5)
Wonyoung dan Yujin kembali ke agensi mereka, Starship Entertainment.
Keduanya kemudian debut kembali sebagai member IVE. Wonyoung menjadi salah satu center grup, sementara Yujin dipercaya sebagai leader.
Dari dua member IZ*ONE, mereka menjadi contoh bagaimana pengalaman di grup proyek dapat menjadi langkah awal menuju perjalanan baru sebagai bagian dari grup permanen.
- Sakura (Rank 2) dan Chaewon (Rank 10)
Sakura memiliki perjalanan yang cukup panjang setelah IZ*ONE.
Sebelum bergabung dengan IZONE, ia merupakan member HKT48. Setelah kontrak IZONE berakhir, Sakura kemudian graduate dari HKT48 dan kembali ke Korea Selatan.
Ia kemudian debut bersama LE SSERAFIM bersama Chaewon. Keduanya kembali menjadi rekan satu grup setelah sebelumnya menjadi bagian dari IZ*ONE.
Menariknya, Yunjin yang sebelumnya tereliminasi dalam Produce 48 juga bergabung dengan mereka. Jadi, perjalanan mereka seolah kembali mempertemukan beberapa orang dari masa Produce 48 dalam satu grup baru.
- Yena (Rank 4), Jo Yuri (Rank 3), Kwon Eunbi (Rank 7), dan Chaeyeon (Rank 11)
Empat member lainnya memilih perjalanan sebagai solois.
Kwon Eunbi, Choi Yena, Jo Yuri, dan Lee Chaeyeon masing-masing membangun identitas musik mereka sendiri setelah IZ*ONE.
Mereka tidak lagi harus menyesuaikan konsep dengan sebelas member lainnya. Sebagai solois, masing-masing dapat menunjukkan warna musik dan karakter yang lebih personal.
Eunbi memiliki konsep yang lebih dewasa, Yena dikenal dengan sisi ceria dan energinya, Yuri semakin menonjolkan kemampuan vokalnya, sementara Chaeyeon banyak menunjukkan kekuatan dance dan performance.
Chaeyeon bahkan kembali mengikuti program survival dance dan menunjukkan kemampuan yang sudah menjadi salah satu kekuatannya sejak era IZ*ONE.
Empat orang yang dulu berada dalam satu grup kini memiliki empat perjalanan musik yang berbeda.
- Hyewon (Rank 8), Nako (Rank 6), dan Minju (Rank 11)
Tidak semua member IZ*ONE melanjutkan karier sebagai idol.
Kang Hyewon, Yabuki Nako, dan Kim Minju justru memilih jalur akting.
Minju sebelumnya sudah memiliki pengalaman di dunia akting. Setelah IZ*ONE, ia kemudian semakin serius membangun karier sebagai aktris.
Hyewon juga mulai mengambil berbagai proyek akting dan tampil dalam beberapa drama.
Sementara itu, Nako kembali ke Jepang setelah sebelumnya menjadi member HKT48. Ia kemudian graduate dari grup tersebut dan melanjutkan perjalanan sebagai aktris.
Perubahan ini membuat aktivitas mereka tentu sangat berbeda dibandingkan ketika masih menjadi member IZ*ONE.
- Hitomi (Rank 9)
Hitomi juga memiliki perjalanan yang cukup unik.
Setelah IZ*ONE berakhir, ia kembali ke Jepang dan melanjutkan aktivitas bersama AKB48 sebelum akhirnya graduate.
Setelah melewati perjalanan panjang antara Jepang dan Korea, Hitomi kemudian kembali ke industri K-pop dan debut sebagai member SAY MY NAME.
Ia bahkan dipercaya menjadi leader grup tersebut.
Perjalanannya menunjukkan bahwa berakhirnya IZ*ONE bukanlah akhir dari perjalanan para member sebagai entertainer. Justru bagi sebagian dari mereka, itu menjadi awal dari babak baru.
Perbedaan Aktivitas Membuat Mereka Semakin Jarang Bertemu
Inilah bagian yang mungkin paling terasa bagi WIZ*ONE.
Ketika masih menjadi IZ*ONE, kedua belas member hampir setiap hari bertemu. Mereka latihan bersama, tampil di panggung yang sama, melakukan promosi bersama, syuting, bepergian, hingga menghabiskan waktu di belakang panggung.
Setelah IZ*ONE bubar, situasinya berubah drastis.
Ada member yang harus menjalani promosi bersama grup baru. Ada yang sibuk dengan aktivitas solo. Ada yang menjalani syuting drama. Ada pula yang kembali beraktivitas di Jepang.
Dengan jadwal yang berbeda, tentu tidak mudah untuk menemukan waktu ketika kedua belas member bisa berkumpul.
Tetapi sulit bertemu bukan berarti tidak saling mendukung.
Sulit Bertemu Bukan Berarti Tidak Saling Mendukung
Salah satu hal yang membuat hubungan para member IZ*ONE tetap menarik untuk diperhatikan adalah bagaimana mereka masih menunjukkan dukungan satu sama lain.
Salah satunya melalui dance challenge.
Ketika seorang member merilis lagu baru, member IZ*ONE lainnya terkadang ikut melakukan dance challenge untuk memberikan dukungan. Momen sederhana seperti ini mungkin hanya berlangsung beberapa menit, tetapi bagi penggemar, hal tersebut menjadi pengingat bahwa hubungan mereka masih ada.
Selain itu, mereka juga masih dapat terlihat saling menyapa ketika bertemu di belakang panggung atau berada dalam acara yang sama.
Para member juga memberikan ucapan selamat ketika salah satu dari mereka mendapatkan proyek baru, debut bersama grup baru, comeback, merilis lagu, atau membintangi drama.
Dukungan tersebut mungkin tidak selalu besar atau viral.
Namun justru hal-hal kecil seperti itulah yang membuat hubungan mereka terasa nyata.
Persahabatan yang Tidak Harus Selalu Terlihat
Kalau sebelumnya kita membahas I.O.I dan Wanna One, ada satu hal yang sebenarnya juga bisa kita lihat dari IZ*ONE.
Persahabatan tidak harus selalu terlihat di depan publik.
Mereka tidak harus selalu mengunggah foto bersama.
Tidak harus selalu membuat vlog bersama.
Tidak harus setiap saat menunjukkan kepada penggemar bahwa mereka masih dekat.
Bisa saja mereka hanya saling mengirim pesan di grup chat, mengucapkan selamat secara pribadi, atau sekadar bertanya kabar ketika memiliki waktu luang.
Dan itu sudah cukup.
Karena hubungan yang benar-benar penting tidak selalu membutuhkan bukti untuk dilihat orang lain.
Kadang seseorang tetap menjadi bagian penting dalam hidup kita meskipun kehidupan masing-masing sudah berjalan ke arah yang berbeda.
IZ*ONE dan Ikatan yang Tetap Ada Setelah Pembubaran
Kontrak IZ*ONE memang sudah berakhir.
Aktivitas kedua belas member juga berubah cukup jauh. Minju, Hyewon, dan Nako misalnya, kini lebih banyak menjalani aktivitas sebagai aktris. Wonyoung dan Yujin membangun karier bersama IVE. Sakura dan Chaewon kembali bertemu dalam LE SSERAFIM. Sementara Eunbi, Yena, Yuri, dan Chaeyeon menjalani perjalanan sebagai solois.
Hitomi pun kembali menemukan panggungnya melalui grup baru.
Mereka semua sekarang memiliki dunia masing-masing.
Namun, berakhirnya sebuah grup tidak otomatis menghapus hubungan yang terbentuk selama bertahun-tahun.
Momen ketika mereka berjuang bersama sebagai IZ*ONE tetap menjadi bagian dari perjalanan hidup masing-masing. Mereka pernah berlatih bersama, mengalami tekanan bersama, berdiri di panggung yang sama, merayakan kemenangan, menghadapi kegagalan, dan tumbuh bersama.
Kenangan tersebut tidak hilang hanya karena nama IZ*ONE sudah tidak lagi digunakan untuk aktivitas grup.
Justru perjalanan masing-masing member setelah IZ*ONE memperlihatkan bahwa mereka tetap menghargai orang-orang yang pernah berjuang bersama mereka.
Kesibukan Bukan Ukuran Sebuah Persahabatan
Pada akhirnya, mungkin inilah hal paling menarik dari perjalanan IZ*ONE setelah pembubaran.
Kesibukan bukan ukuran sebuah persahabatan.
Tidak bertemu setiap minggu bukan berarti hubungan menjadi renggang.
Tidak mengunggah foto bersama bukan berarti sudah tidak peduli.
Tidak selalu terlihat bersama di depan kamera bukan berarti hubungan tersebut sudah berakhir.
IZ*ONE bisa menjadi salah satu contoh bahwa persahabatan dapat berubah bentuk ketika kehidupan membawa setiap orang ke jalan yang berbeda.
Dulu mereka bertemu hampir setiap hari karena pekerjaan.
Sekarang mereka mungkin hanya bertemu sesekali, melakukan dance challenge, saling memberikan ucapan selamat, atau sekadar menyapa ketika kebetulan berada di tempat yang sama.
Dan mungkin memang seperti itulah kehidupan setelah sebuah perjalanan panjang berakhir.
Kita tidak selalu bisa berjalan bersama orang-orang yang sama selamanya. Tetapi bukan berarti mereka harus hilang dari hidup kita.
Kadang, kita hanya perlu percaya bahwa meskipun jarak dan kesibukan membuat pertemuan semakin jarang, rasa sayang dan dukungan tetap bisa menemukan jalannya.
Dan mungkin bagi WIZONE, itulah salah satu hal paling indah dari perjalanan IZONE:
mereka tidak lagi selalu bersama, tetapi mereka juga tidak benar-benar kehilangan satu sama lain.

Komentar