Feng Lanxi × Feng Xiyun: Love Means Staying Side by Side


gambar dari instagram dan chatgpt 




 Kita sering menggambarkan cinta sebagai seseorang yang menyelamatkan kita. Mungkin seperti kisah dongeng, ketika seorang pangeran berkuda putih datang untuk menyelamatkan sang putri.

Tapi nyatanya, cinta nggak selalu seindah dongeng.

Kadang cinta bukan tentang seseorang yang datang untuk menyelamatkan kita karena kita nggak mampu menyelamatkan diri sendiri. Kadang cinta justru tentang menemukan seseorang yang sama kuatnya dengan kita, lalu memilih untuk berjalan bersama.

Kali ini, kita bakal belajar dari pasangan Feng Lanxi dan Feng Xiyun dari drama China Who Rules the World tentang arti cinta yang bukan sekadar I need you to survive, tapi lebih kepada:

“I will choose you to walk through life with me.”

Feng Lanxi dan Feng Xiyun Sudah Kuat dari Awal

Kalau pernah mengikuti atau membaca restory Who Rules the World, kita pasti tahu kalau keduanya terkenal sebagai Bai Fengxi dan Hei Fengxi di dunia bela diri.

Untuk menjadi kuat, Feng Lanxi nggak membutuhkan Feng Xiyun.

Dia sendiri sudah sangat hebat dengan kecerdasan, kemampuan bela diri, dan strateginya. Begitu juga dengan Feng Xiyun. Dia nggak membutuhkan Lanxi supaya bisa menjadi kuat karena dirinya sendiri sudah memiliki kemampuan bela diri yang luar biasa.

Mereka berdua sudah bisa melindungi diri sendiri.

Justru karena mereka sudah memiliki kekuatan masing-masing, hubungan mereka terasa bukan sebagai kebutuhan, melainkan pilihan.

Menurutku, ini salah satu hal yang paling menarik dari hubungan mereka.

Kamu nggak perlu merasa kurang lengkap untuk jatuh cinta.

Feng Lanxi nggak menjadi kuat karena Feng Xiyun datang ke dalam hidupnya.

Feng Xiyun juga nggak menjadi kuat karena Feng Lanxi ada di sisinya.

Mereka sudah kuat sebelum bertemu sebagai pasangan.

Jadi ketika akhirnya mereka memilih satu sama lain, rasanya bukan seperti, “Aku membutuhkanmu karena aku nggak bisa hidup tanpamu.”

Tapi lebih seperti, “Aku sebenarnya bisa berjalan sendiri, tapi aku memilih berjalan bersamamu.”

Feng Xiyun Berdiri di Sebelahnya, Bukan di Belakangnya

Feng Xiyun bukan Female Lead yang cuma menunggu Lanxi membuat keputusan.

Dia bisa membuat keputusan sendiri.

Contohnya ketika dia menyelamatkan Han Pu saat keluarga Han dibantai. Dia nggak menunggu Lanxi datang dan mengambil alih situasi. Xiyun bertindak berdasarkan keputusan dan prinsipnya sendiri.

Dia juga mampu menghadapi masalah dengan caranya sendiri.

Bahkan ketika Lanxi menjadi salah satu kandidat pangeran yang akan menikah dengan Chunran dan Xiyun merasa cemburu, dia tetap menghadapi perasaannya sendiri.

Hubungannya dengan Feng Lanxi nggak mengharuskan Xiyun kehilangan kekuatannya supaya bisa berdiri di sampingnya.

Xiyun tetap menjadi dirinya sendiri.

Bahkan dia lebih dulu naik tahta sebelum Feng Lanxi.

Dia nggak perlu menurunkan ego, menjadi lebih lemah, atau berubah menjadi seseorang yang lebih “mudah” untuk dicintai hanya karena dia bersama Lanxi.

Dia cukup menjadi Feng Xiyun.

Dan menurutku, justru itu yang membuat hubungan mereka menarik.

Xiyun nggak harus berdiri di belakang Lanxi supaya mereka terlihat seperti pasangan.

Dia berdiri di sebelahnya.

Feng Lanxi Nggak Perlu Membuat Xiyun Lebih Lemah untuk Melindunginya

Sekarang kita beralih ke Feng Lanxi.

Sama seperti Xiyun, dia sudah kuat dari awal. Dia punya kecerdasan, kemampuan bela diri, dan strategi yang membuatnya selalu berpikir beberapa langkah lebih jauh.

Dia juga nggak perlu membuat Xiyun menjadi lebih lemah supaya dirinya terlihat lebih kuat.

Lanxi tahu Xiyun punya kelemahan dan kekuatannya sendiri.

Perhatian Lanxi kepada Xiyun juga nggak berarti dia harus mengambil alih semua masalah Xiyun.

Nggak.

Lanxi tahu kemampuan Xiyun dan tetap membiarkannya mengambil keputusan sendiri.

Contohnya ketika Xiyun menjadi ratu dan harus menghadapi masalah dengan Yongzhou dan Jizhou. Lanxi berdiri sebagai partner. Dia mendorong Xiyun untuk menjadi lebih berani dan tetap mendukungnya ketika keadaan menjadi berat.

Bahkan setelah Xiyun kelelahan menghadapi perang semalaman, Lanxi tetap ada untuk membantunya.

He simply stays there for her whenever she needs him.

Dan menurutku, ada perbedaan besar antara menyelamatkan seseorang karena menganggap dia nggak mampu dengan membantu seseorang karena kita tahu dia sedang membutuhkan bantuan.

Lanxi melakukan yang kedua.

Dia nggak mengambil kekuatan Xiyun.

Dia hanya memastikan Xiyun nggak harus menghadapi semuanya sendirian.

Mereka Memilih Satu Sama Lain Saat Menghadapi Situasi Sulit

Cinta memang lebih mudah ketika semuanya terasa baik.

Saat kita sedang bahagia, punya pekerjaan bagus, punya banyak uang, dan hidup sedang berjalan sesuai rencana, rasanya gampang sekali mengatakan bahwa kita akan selalu bersama seseorang.

Tapi bagaimana kalau semuanya tiba-tiba hilang?

Kalau bangkrut?

Kalau ditipu?

Kalau kehilangan keluarga?

Belum tentu semua orang akan tetap tinggal.

Nah, di sinilah aku melihat perbedaan dalam kisah Lanxi dan Xiyun.

Xiyun berkali-kali terluka dan bahkan hampir kehilangan nyawanya, tetapi Lanxi tetap berada di sisinya.

Misalnya ketika Xiyun terluka karena pedang Langhua yang mengira Xiyun telah membunuh ayahnya.

Atau ketika Xiyun terkena meriam menjelang akhir cerita dan Lanxi rela mempertaruhkan nyawanya untuk Xiyun.

Lanxi nggak hanya mengatakan bahwa dia mencintai Xiyun.

Dia menunjukkan bahwa nyawa Xiyun begitu penting baginya sampai dia sendiri rela mengorbankan nyawanya.

Tapi pilihan untuk tetap bersama juga nggak hanya datang dari Lanxi.

Ketika Lanxi diusir oleh ayahnya, Raja Yongzhou, Xiyun tetap memilih untuk bersamanya.

Dan ketika Xiyun kehilangan ayah dan kakaknya, Lanxi juga tetap berada di sisinya.

Jadi kalau diperhatikan, ada pola yang menarik.

Ketika Lanxi kehilangan sesuatu, Xiyun tetap tinggal.

Ketika Xiyun kehilangan sesuatu, Lanxi juga tetap tinggal.

Mereka mungkin nggak selalu bisa menghilangkan rasa sakit satu sama lain.

Tapi setidaknya mereka memastikan bahwa orang yang mereka cintai nggak harus menghadapi rasa sakit itu sendirian.

Dan menurutku, itulah salah satu bentuk cinta yang paling sederhana sekaligus paling sulit dilakukan.

Staying.

Cinta Mereka Lebih Terasa Seperti Partnership

Kalau dibandingkan dengan kisah cinta Huang Chao dan Chunran, menurutku hubungan Lanxi dan Xiyun punya dinamika yang berbeda.

Huang Chao lebih banyak mengambil posisi sebagai sosok yang melindungi Chunran. Bahkan ketika terjadi perang di Yizhou, dia berusaha memastikan Chunran nggak perlu turun langsung ke medan perang.

Chunran tetap menjadi sosok yang cantik dan cerdas tanpa harus selalu berada di tengah pertarungan.

Sementara Lanxi dan Xiyun lebih terasa seperti partner.

Dan partner di sini bukan sekadar pasangan yang saling mencintai.

Mereka benar-benar saling melindungi.

Lanxi melindungi Xiyun.

Tapi Xiyun juga melindungi Lanxi ketika mereka diserang di hutan.

Mereka nggak selalu menjadi orang yang diselamatkan.

Kadang mereka juga menjadi orang yang menyelamatkan.

Mereka Bisa Saling Menantang

Kalau yang satu ini sudah jelas.

Xiyun dan Lanxi dikenal sebagai rival terbesar satu sama lain di dunia bela diri.

Mereka sama-sama kuat.

Mereka sama-sama punya kemampuan.

Dan mereka punya seseorang yang bisa menantang mereka.

Menurutku, ini justru membuat hubungan mereka lebih menarik karena mereka nggak pernah benar-benar menjadi pasangan yang hanya mengangguk dan mengikuti satu sama lain.

Mereka bisa saling menantang.

Mereka Bisa Berbeda Pendapat Tanpa Kehilangan Rasa Hormat

Contohnya ketika Lanxi nggak setuju dengan keinginan Xiyun untuk meluncurkan Bloody Phoenix Formation.

Dia nggak sekadar berkata, “Aku nggak setuju,” lalu meninggalkan Xiyun.

Dia juga memberikan solusi dan menyarankan agar formasi tersebut sedikit diubah.

Jadi mereka memang berbeda pendapat.

Tapi perbedaan pendapat itu nggak membuat mereka kehilangan rasa hormat kepada satu sama lain.

Dan menurutku, ini penting dalam sebuah hubungan.

Kita nggak harus selalu setuju dengan orang yang kita cintai.

Bahkan mungkin justru bagus kalau kita punya seseorang yang berani mengatakan, “Aku rasa itu bukan keputusan yang tepat.”

Yang penting adalah bagaimana kita menyampaikan ketidaksetujuan tersebut dan bagaimana kita tetap menghargai orang yang ada di hadapan kita.

Lanxi dan Xiyun bisa berbeda pendapat tanpa menjadikan perbedaan itu sebagai alasan untuk saling menjatuhkan.

Mereka Nggak Selalu Harus Melakukan Hal yang Sama untuk Berada di Pihak yang Sama

Ini mungkin inti dari partnership mereka.

Lanxi punya caranya sendiri.

Xiyun juga punya caranya sendiri.

Mereka nggak harus melakukan hal yang sama untuk berada di pihak yang sama.

Mereka bahkan nggak harus selalu berdiri di tempat yang sama.

Yang penting ketika semuanya selesai, mereka tetap memilih satu sama lain.

Keindahan Berjalan di Samping Seseorang

Ada perbedaan besar antara berjalan di depan seseorang, berjalan di belakang seseorang, dan berjalan di samping seseorang.

Orang yang berjalan di depan mungkin sedang memimpin jalan.

Orang yang berjalan di belakang mungkin sedang mengikuti.

Tapi orang yang berjalan di samping kita?

Dia menghadapi jalan yang sama bersama kita.

Menurutku, inilah yang paling menggambarkan Lanxi dan Xiyun.

Mereka memutuskan bahwa apa pun yang terjadi, mereka akan menghadapi semuanya bersama.

Saat terluka.

Saat kehilangan.

Saat diusir.

Bahkan ketika mereka harus berhadapan dengan kemungkinan kematian.

Mereka tetap memilih untuk berjalan bersama.

Dan mungkin itulah kenapa cinta mereka terasa berbeda.

Mereka bukan sekadar menemukan seseorang yang menjadi tujuan akhir.

Mereka menemukan seseorang yang bersedia menjadi teman perjalanan.

Sometimes the greatest form of love is not being someone's destination, but being their companion along the way.

Cinta Tak Berarti Kehilangan Diri Sendiri

Hubungan Feng Lanxi dan Feng Xiyun nggak membuat mereka kehilangan diri masing-masing.

Lanxi tetap menjadi orang yang memikirkan semuanya dan menyusun strategi lebih dulu.

Dia tetap kuat sebagai Raja Yongzhou.

Dia tetap menghitung segala kemungkinan sebelum bertindak.

Sementara Xiyun tetap menjadi Feng Xiyun yang ceria, spontan, dan suka bertualang.

Mereka nggak menjadi satu karena kehilangan kehidupan masing-masing.

Mereka menjadi pasangan karena mampu membawa dua kehidupan yang berbeda ke dalam satu perjalanan.

Dan menurutku, ini seperti Yin dan Yang.

Bukan berarti mereka sama.

Justru karena mereka berbeda, mereka bisa saling melengkapi.

Lanxi bisa membantu Xiyun ketika diperlukan.

Xiyun juga bisa berdiri untuk Lanxi ketika dia membutuhkannya.

Mereka nggak kehilangan identitas masing-masing hanya karena sekarang mereka adalah pasangan.

Healthy love doesn't erase individuality. It gives two people space to remain themselves while choosing each other.

Love Means Staying Side by Side

Dari kisah Feng Lanxi dan Feng Xiyun, kita belajar bahwa cinta bukan tentang siapa yang menyelamatkan siapa.

Bukan juga tentang siapa yang paling kuat.

Cinta adalah tentang menemukan seseorang yang bisa berjalan bersama kita.

Seseorang yang nggak harus selalu berada di depan untuk menunjukkan jalan.

Nggak harus berada di belakang untuk mengikuti.

Tapi cukup berada di samping kita.

Kadang cinta paling indah bukan tentang seseorang yang bilang, “Aku akan melindungimu.”

Kalau itu mah bisa sewa bodyguard, kan? 😂

Tapi tentang seseorang yang melalui tindakannya berkata,

“Aku akan berjalan bersamamu melewati semua ujian kehidupan kita nanti.”

Dan mungkin yang paling indah adalah ketika seseorang berkata,

“Aku memilih berjalan bersamamu, bahkan ketika pilihan itu berarti aku harus mengorbankan diriku sendiri.”

Karena pada akhirnya, cinta bukan selalu tentang menemukan seseorang yang bisa menyelamatkan kita.

Kadang cinta adalah menemukan seseorang yang ketika hidup menjadi sulit, tetap menoleh ke arah kita dan berkata:

“Ayo. Kita hadapi ini bersama.”

Dan mungkin itulah arti sebenarnya dari Love Means Staying Side by Side.

Gimana, udah cukup belajar tentang cinta hari ini?

Tulis pendapat kamu di kolom komentar, ya! Kamu juga bisa share refleksi kamu tentang kisah cinta Lanxi dan Xiyun. 💕

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review novel When Love Walked In karya Ega Dyp

Cara Menulis Klimaks Cerita yang Meledak: Panduan Step-by-Step untuk Penulis Fiksi

Mengenal 9 posisi dalam kpop grup