Mengapa Idol K-pop Membutuhkan Fandom Korea yang Kuat untuk Bertahan di Industri Hiburan?

 

gambar dari Gemini ai dan Indofankor

Mungkin kamu fans kpop internasional mikir kalau kesuksesan seorang idol atau sebuah grup itu kalau punya basis internasional yang kuat! Tapi pernah mikir ga sih kalau ada grup kpop yang masih bertahan karena punya basis penggemar korea yang kuat?

Yuk kita bahas!

Sekarang kita menilai popularitas melalui jumlah views, jumlah followers atau bahkan jumlah orang yang hadir di konser sebuah penyanyi atau grup. Sebagai fans global wajar banget kamu mikir kayak gini tapi apakah cuman punya views mv yang miliaran, followers jutaan bahkan miliaran atau konser yang sold out selalu jadi tolak ukur? Tapi bukan berarti kamu sebagai fans internasional ga penting! Kamu dan fans korea punya peran yang berbeda dan dua-duanya penting.

 

Fandom Domestik Membantu Menjaga Eksistensi Grup

  • ·     Fans di Korea bisa jadi pendukung utama ketika grup melakukan comeback.

Mereka yang paham sama bahasanya dan mendukung grup itu atau bahkan mengikuti perjalanan mereka di survival show sebelum debut jadi sebuah jangkar pertama buat jaga eksistensi grup.

  • ·     Fandom Korea juga bakal bantu aktivitas streaming, penjualan album, beli merch dan dukungan promosi.

Banyak fans yang loyal yang bakal tetap mengikuti aktivitas grup walaupun mereka tidak berada di puncak. Seperti yang disebutkan di atas fandom korea bisa jadi Jangkar aman buat idol atau grup demi mempertahankan eksistensi mereka.

 

Popularitas Domestik Membuka Peluang yang Lebih Luas

  • ·     Pengakuan dari pasar Korea bisa meningkatkan eksposur grup. Misalnya dengan minta mereka buat tampil di variety show, festival kampus dan berbagai program hiburan. Mereka bahkan bisa dapat endorsement brand korea misalnya banyak idol jadi BA Skincare Korea.
  • ·      Terlebih kalau mereka dikenal di Korea bisa memperkuat identitas mereka sebagai bagian dari industri musik kpop. Dilansir dari JoongAng Daily pada Februari 2026: pasar domestik tetap berperan dalam memberikan legitimasi kepada grup K-pop, meskipun pendapatan internasional semakin penting.


Dukungan Fandom Domestik Bisa Menjadi Penopang Saat Popularitas Menurun

Industri kpop adalah industri yang sangat kompetitif tiap tahun banyak grup baru debut dan mereka harus bersaing bukan cuma sama grup yang debut tahun itu tapi juga sama para sunbaenya yang udah lebih dahulu dikenal. Perlahan perhatian publik mainstream pindah ke lagu viral baru ataupun konsep baru.

Dengan adanya fandom yang loyal mereka tetap akan mensupport group saat popularitas mereka menurun. Misalnya para sunbae di gen 2 Infinite yang pernah jadi grup yang paling singkron pada masanya. Karena fandomnya loyal mereka akhirnya bisa konser lagi kok karena dukungan inspirit yang terus mengikuti perjalanan Infinite meskipun mereka masuk ke tahun 15 sebagai idol.

Dari casenya infinite makin jelas kan! Kalau ukuran keberhasilan sebuah grup bukan hanya seberapa besar popularitas mereka ketika sedang berada di puncak, tetapi juga seberapa banyak orang yang masih bersedia mendukung mereka ketika hype mulai berkurang.

 

Study Case: OH MY GIRL — Contoh Grup yang Membangun Popularitas Secara Bertahap

Mereka debut dari agensi kecil WM waktu itu agensi kecil sebelum jadi agensi menengah kayak sekarang. OH MY GIRL debut tahun 2015 mereka debut dengan konsep innocent jadi sering disama-samin dengan Lovelyz dari Woolim ent. Keduanya punya titik mulai yang beda Lovelyz dikenal karena sering muncul di MV sunbae mereka, Infinite sementara OH MY GIRL beneran debut gitu aja tanpa eksposur dari sunbae.

 

Perlu waktu yang banyak buat bangun kepercayaan industri sampai akhirnya mereka ikut Queendom sebuah survival show dari mnet yang menampilkan grup-grup kayak Mamamoo, G idle, Aoa, dan Lovelyz bahkan Park Bom datang sebagai solois. Di Queendom mereka mulai banyak dilirik karena kekuatan mereka yang berhasil membawakan berbagai macam konsep. Salah satu penampilan mereka yang di highlight adalah saat mereka tukar lagu dengan Lovelyz mereka membawakan Destiny dari Lovelyz dengan konsep tradisional pake hanbok dan lainnya.

 

Di Queendom mereka berhasil finis di posisi kedua setelah pemenangnya, Mamamoo. Seunghee salah satu anggota OH MY GIRL sendiri pernah menyebut Queendom sebagai titik balik karena program tersebut memberikan kesempatan kepada mereka untuk memperlihatkan musik dan kemampuan yang sebelumnya belum banyak diketahui publik.

 

Ga berhenti sampe Queendom tahun 2020, mereka merilis lagu hit judulnya Nonstop. Mereka dapet 8 kemenangan di program musik. Lagu b-sidenya, Dolphin juga sukses besar!  Dan mereka makin dikenal oleh fans Korea.

 

Yang kita pelajari dari Oh My Girl

  • ·     Sukses itu pelan ga langsung dalam satu malam
  • ·     Konsistensi, identitas musik, dan kesempatan memperlihatkan kemampuan bisa membantu grup membangun audiens.
  • ·     Dukungan domestik dan penerimaan publik Korea dapat menjadi modal penting untuk memperpanjang perjalanan karier.

Sekarang muncul pertanyaan baru: Apa popularitas internasional ga penting?

  • ·     Tentu saja penting karena pasar internasional bisa membuka pendapatan dari aktivitas global tapi tetap fandom korea bisa jadi sebuah jangkar aman buat grup tetap eksis.
  •  
  • ·     Selain itu kita juga ga bisa menamfikkan faktor fans internasional yang mendukung mereka. Bahkan buat beberapa grup kayak Stray Kids pendapatan global mereka jauh melebihi pendapatan mereka di korea. Stray Kids menjadi contoh bahwa popularitas internasional dapat menjadi kekuatan komersial yang luar biasa bagi sebuah grup K-pop. Namun, bukan berarti pasar domestik kehilangan relevansinya.
  •  
  • ·     Intinya popularitas sebuah grup baik internasional maupun domestik ga harus jadi bahan buat debat. Keduanya sama-sama penting. Sebuah grup idealnya punya keseimbangan antara keduanya baik domestik maupun internasional.

 

And Lastly, Bertahan Lebih penting daripada sekadar viral

  • ·     Mungkin ada satu lagu atau satu fancam yang bisa bikin sebuah grup viral tapi bukan berarti grup itu bisa bertahan lama. Misalnya waktu fancam Hani viral grupnya EXID jadi ikut viral. Tapi bukan berarti fans lama ga jadi fondasi justru para fans loyal yang jadi fondasinya.
  • ·     Popularitas global mungkin bisa kasih peluang yang luar biasa seperti Stray Kids yang delapan album mereka berhasil debut di Billboard nomor 1.
  • ·     Tapi untuk membangun karier jangka panjang, butuh konsistensi, identitas musik dan dukungan penggemar. Fandom domestik memang jadi salah satu fondasi penting meskipun bukan satu-satunya faktor yang jadi keberlangsungan grup.

 

 

Referensi :


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review novel When Love Walked In karya Ega Dyp

4 Reasons Why Rest Is a Powerful Investment for Writers

Mengenal 9 posisi dalam kpop grup