Kenapa Kita Sebenarnya Tidak Butuh Love Alarm: Karena Cinta Sejati Bukan Tentang Siapa yang Menyukaimu

sumber gambar IMDb

Pernah menonton drama Korea Love Alarm yang sempat viral dan membuat banyak orang jatuh hati pada Song Kang?

Drama ini menawarkan sebuah pertanyaan yang menarik: Bagaimana kalau ada aplikasi yang bisa memberi tahu siapa saja yang menyukaimu?

Bayangkan hidup dengan teknologi seperti itu.

Kita tidak perlu lagi mengungkapkan perasaan lebih dulu. Tidak perlu takut ditolak oleh orang yang kita sukai. Tidak ada lagi hubungan yang menggantung karena semuanya langsung terlihat jelas.

Sekilas, dunia seperti itu terdengar sempurna. Terutama bagi kita yang sering gengsi atau takut mengambil langkah pertama dalam hubungan.

Namun, setelah dipikirkan lagi, muncul pertanyaan yang lebih besar.

Benarkah mengetahui siapa yang mencintai kita akan membuat hubungan menjadi lebih baik?

Atau jangan-jangan selama ini kita justru sibuk mencari jawaban untuk pertanyaan yang salah?

Mungkin masalah terbesar dalam hubungan saat ini bukan karena kita tidak tahu siapa yang mencintai kita. Mungkin masalahnya adalah kita belum benar-benar belajar bagaimana mencintai seseorang dengan benar.

Kita Terlalu Sibuk Mencari Kepastian


Di era yang serba instan seperti sekarang, hampir semua hal menuntut kepastian.

Kita ingin segera tahu:

Apakah dia juga menyukaiku?
Dia serius atau hanya memberi harapan?
Dia jodohku atau bukan?
Dia red flag atau green flag?
Kami cocok atau tidak?

Tidak ada yang salah dengan mencari kepastian. Justru itu bisa membantu kita mengambil keputusan yang lebih bijak.

Masalahnya, kita sering menghabiskan terlalu banyak waktu mencari orang yang tepat, sampai lupa belajar menjadi pasangan yang tepat.

Padahal hubungan yang sehat tidak berhenti ketika kita menemukan seseorang yang cocok.

Hubungan bertahan karena dua orang yang terus belajar berkomunikasi, memahami, dan memilih untuk saling mencintai setiap hari.

Jatuh Cinta Itu Mudah, Bertahan Itu Sulit

Semua orang bisa jatuh cinta.

Perasaan bisa muncul begitu saja, seperti yang dialami Hwang Sun Oh dan Kim Jo Jo di Love Alarm.

Namun, jatuh cinta hanyalah awal dari sebuah hubungan.

Cinta mulai diuji ketika kenyataan datang.

Saat perbedaan mulai terlihat, Jo Jo merasa dirinya tidak pantas untuk Sun Oh karena latar belakang ekonomi mereka yang sangat berbeda.

Saat konflik muncul, rasa tidak aman membuat Jo Jo sulit membuka diri kepada Sun Oh hingga hubungan mereka dipenuhi kesalahpahaman.

Saat harapan tidak terpenuhi, Sun Oh ingin Jo Jo selalu ada untuknya. Sementara Jo Jo harus bekerja keras membantu bibinya sehingga tidak selalu bisa memenuhi keinginan Sun Oh.

Saat hidup menjadi berat, Jo Jo bahkan menjadi bahan pembicaraan satu sekolah hanya karena berpacaran dengan Sun Oh. Tekanan dari lingkungan membuat hubungannya semakin rumit.

Semua situasi itu menunjukkan satu hal.

Perasaan memang bisa membuat dua orang jatuh cinta, tetapi perasaan saja tidak selalu cukup untuk mempertahankan sebuah hubungan.

Cara Kita Mencintai Jauh Lebih Penting daripada Siapa yang Mencintai Kita


Inilah bagian yang menurutku paling menarik dari Love Alarm.

Bukan tentang siapa yang akhirnya dipilih Jo Jo, tetapi bagaimana setiap karakter menunjukkan cara mereka mencintai.

Kalau kamu berada di posisi Jo Jo, apakah kamu akan tetap bertahan bersama Sun Oh?

Atau justru memilih hubungan yang lebih tenang seperti yang ia miliki bersama Lee Hye Yeong?

Hubungan Jo Jo dan Hye Yeong terasa lebih stabil bukan karena mereka tidak memiliki masalah.

Justru karena mereka menghadapi masalah dengan cara yang lebih dewasa.

Mereka belajar berkomunikasi ketika salah satu sedang mengalami hari yang berat.

Mereka saling mendengarkan tanpa terburu-buru menghakimi.

Mereka mau meminta maaf ketika melakukan kesalahan dan memberi maaf tanpa terus mengungkit masa lalu.

Mereka juga bertumbuh bersama.

Ketika Sun Oh memilih pergi ke luar negeri, Hye Yeong tetap berada di sisi Jo Jo, mendukungnya menjalani kehidupan sebagai mahasiswa yang harus kuliah sambil bekerja paruh waktu.

Yang paling penting, mereka tetap hadir ketika keadaan tidak ideal.

Saat Hye Yeong mengetahui kenyataan pahit tentang ayahnya, Jo Jo tidak meninggalkannya.

Begitu pula ketika Jo Jo kembali menjadi bahan pembicaraan orang lain, Hye Yeong tetap berdiri di sampingnya.

Karena pada akhirnya, hubungan bukan hanya soal siapa yang membuat jantung kita berdebar.

Tetapi siapa yang tetap berjalan bersama kita ketika hidup sedang terasa berat.

Love Alarm Tidak Akan Pernah Bisa Mengukur Hal Ini


Aplikasi Love Alarm mungkin bisa memberi tahu bahwa seseorang menyukaimu.

Namun, ada banyak hal yang tidak akan pernah bisa diukur oleh sebuah aplikasi.

Love Alarm tidak bisa memberi tahu siapa yang akan tetap tinggal ketika keadaan menjadi sulit.

Love Alarm tidak bisa memberi tahu siapa yang tetap memilihmu setelah mengetahui semua kekuranganmu.

Love Alarm tidak bisa memberi tahu siapa yang akan terus memperjuangkan hubungan ketika semuanya terasa melelahkan.

Dan Love Alarm juga tidak bisa memberi tahu siapa yang benar-benar ingin bertumbuh bersamamu.

Semua hal itu hanya bisa dibuktikan oleh waktu.

Karena cinta sejati tidak dibangun dari notifikasi.

Cinta dibangun dari keputusan-keputusan kecil yang terus diambil setiap hari.

Cinta Sejati Adalah Tetap Tinggal Ketika Semuanya Tidak Lagi Mudah


Banyak dari kita belajar tentang cinta melalui drama Korea, film, novel, atau bahkan sinetron.

Sayangnya, sebagian besar cerita berhenti tepat setelah pasangan utamanya bersatu.

Padahal kehidupan nyata dimulai setelah itu.

Ada hari ketika hubungan terasa berat.

Ada hari ketika rasa berbunga-bunga mulai memudar.

Ada hari ketika memilih bertahan terasa jauh lebih sulit daripada menyerah.

Di situlah cinta berubah dari sekadar perasaan menjadi sebuah keputusan.

Keputusan untuk tetap hadir.

Keputusan untuk tetap mendengarkan.

Keputusan untuk tetap memperjuangkan hubungan meskipun keadaan sedang tidak mudah.

Cinta sejati bukan hanya tentang mengatakan,

"Aku mencintaimu."

Cinta sejati lebih sering terlihat lewat tindakan yang berkata,

"Aku tetap memilihmu hari ini, besok, dan selama kita sama-sama mau memperjuangkan hubungan ini."


Mungkin kita memang tidak membutuhkan Love Alarm.


Karena masalah terbesar dalam hubungan bukanlah kita tidak tahu siapa yang mencintai kita.

Masalahnya adalah kita sering lupa bahwa cinta tidak berhenti pada rasa suka.

Cinta adalah tentang cara kita hadir.

Cara kita berjuang.

Cara kita bertumbuh.

Dan yang paling penting, cara kita tetap tinggal ketika hubungan sedang tidak mudah.

Sebab pada akhirnya, hubungan yang kuat bukan dibangun oleh dua orang yang tidak pernah menghadapi masalah.

Melainkan oleh dua orang yang terus memilih satu sama lain, bahkan ketika rasa berbunga-bunga sudah berubah menjadi komitmen.

Karena cinta sejati bukan tentang siapa yang lebih dulu jatuh cinta. Cinta sejati adalah tentang siapa yang tetap memilih untuk tinggal ketika semuanya menjadi sulit.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review novel When Love Walked In karya Ega Dyp

Cara Menulis Klimaks Cerita yang Meledak: Panduan Step-by-Step untuk Penulis Fiksi

Mengenal 9 posisi dalam kpop grup