4 Cara Menulis Beat 'Debat' yang Efektif untuk Novel
Setelah membahas gambaran pembuka (opening image), pernyataan tema, dan persiapan, kini saatnya kita membahas beat keempat di Babak 1: Debat.
Menurut Save the Cat!, beat Debat berlangsung sekitar 10-20% menjelang akhir Babak 1. Beat ini merupakan reaksi karakter terhadap katalis yang terjadi sebelumnya. Biasanya, Debat berbentuk pertanyaan dan menjadi momen krusial karena menunjukkan pertimbangan internal karakter sebelum akhirnya mengambil keputusan besar.
Berikut adalah 4 cara menulis beat Debat yang efektif untuk novel Anda.
1. Perjelas Konflik Internal Karakter
Konflik internal adalah elemen kunci dalam beat Debat. Karakter harus menunjukkan dilema yang dihadapinya, baik dalam bentuk monolog internal maupun percakapan dengan karakter lain.
Contoh:
Dalam novel Hanna, protagonis berjuang melawan penyakitnya sebagai "musuh dalam dirinya."
Dalam In The Blue Moon karya Ilana Tan, Sophie diliputi kekesalan karena semua orang di sekitarnya tampak menyukai Lucas.
Dengan memperjelas konflik ini, pembaca akan lebih terhubung dengan perjuangan karakter dan memahami alasannya untuk ragu sebelum mengambil keputusan.
2. Tunjukkan Konsekuensi di Setiap Pilihan
Karakter harus memahami risiko dari setiap keputusan yang akan diambil. Ini membuat pilihan menjadi lebih bermakna dan menambah ketegangan cerita.
Contoh:
Dalam 31st Day of Love karya Yolana Ivanka, Arya harus memilih antara tetap mencintai Della atau mengubur perasaannya, masing-masing dengan konsekuensi besar.
Dalam Oppa & I: Love Signs karya Orizuka dan Lia Indra Adriana, Jae-In harus memilih apakah ia akan menelepon Seungwon atau tidak. Pilihan ini membuat pembaca penasaran dengan keputusan akhirnya.
Semakin tinggi taruhannya, semakin kuat keterlibatan emosi pembaca.
3. Hadirkan Dorongan Eksternal
Dorongan eksternal membantu karakter untuk mengambil keputusan dengan lebih tegas. Ini bisa berupa kata-kata dari teman, kejadian tak terduga, atau bahkan perasaan cemburu.
Contoh:
Dalam Hanna, kata-kata dari temannya memotivasi Hanna untuk menerima perubahan.
Dalam Natasha Is a Fake Nerd karya Vina Oktaviani, Vanno mulai mempertimbangkan perasaannya setelah melihat Alicia dan Axel semakin dekat.
Elemen ini dapat mempercepat proses debat dan memberikan alasan logis bagi karakter untuk bertindak.
4. Jangan Biarkan Terlalu Lama
Beat Debat harus cukup kuat untuk menunjukkan perkembangan karakter, tetapi jangan sampai memperlambat alur cerita. Terlalu banyak perdebatan internal bisa membuat pembaca kehilangan minat.
Contoh:
Dalam The Bridesmaid Tale, Lana berdebat dengan dirinya sendiri sebelum akhirnya mengambil keputusan yang mengubah hidupnya.
Dalam Will You Marry Me Again?, Sammy menyembunyikan pernikahannya dari teman-temannya, tetapi tidak terlalu lama hingga menghambat perkembangan cerita.
Pastikan beat ini cukup padat dan bermakna, agar cerita tetap mengalir dengan baik.
Kesimpulan
Beat Debat adalah momen penting dalam Babak 1 sebuah novel yang menunjukkan reaksi karakter terhadap katalis. Dengan memperjelas konflik internal, menunjukkan konsekuensi pilihan, menghadirkan dorongan eksternal, dan memastikan durasinya tidak terlalu lama, Anda bisa menciptakan beat Debat yang efektif dan memikat pembaca.
Jika Anda ingin novel Anda lebih menarik dan emosional, pastikan beat Debat tidak sekadar menjadi pemanis, tetapi benar-benar mendorong perkembangan karakter dan alur cerita.
Sumber:
Beat
sheet save the cat writes a novel karya Jessica Brody
Analisis
beat sheet di blog natashaelizabeth patty
Komentar